Seminar "Museum sebagai media pendidikan dan pembentukan karakter bangsa"


LOKASI : Museum Basoeki Abdullah, Jl.Keuangan Raya No.19 Jakarta Selatan
STATUS KEGIATAN : Finished

Selasa, 9 Mei 2017, Museum Basoeki Abdullah menyelenggarakan seminar dengan tema “Museum sebagai media pendidikan dan pembentukan karakter bangsa” di Gedung II Museum Basoeki Abdullah, Jakarta. Hadir sebagai pembicara dalam seminar ini adalah: M. Husin M.Pd (Dinas Pendidikan DKI Jakarta), Dr. Kresno Yulianto M.Hum (Pengajar Ilmu Budaya UI), dan Drs. Puguh Tjahjono M.Sn (Perupa dan Pengajar Seni). Sedangkan, Weye Haryanto, yang juga merupakan perupa dan kurator pameran turut hadir sebagai moderator dalam acara tersebut.

Setelah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara serempak, acara dimulai dengan laporan Kepala Museum Basoeki Abdullah, Drs. Joko Madsono M.Hum, kepada Direktur PCBM, yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Drs. Yudi Wahyudin, M.Hum Kasubdit Seni dan Program Evaluasi Direktorat PCBM. Pada laporannya, Bpk. Joko menyampaikan bahwa seminar yang diselenggarakan dalam rangka merayakan bulan pendidikan tersebut dihadiri oleh kurang lebih 60 peserta yang berasal dari kalangan akademisi, mahasiswa, pelajar, hingga wartawan. Selain itu Beliau turut mengharapkan melalui seminar ini dapat menghasilkan suatu pemikiran yang memberikan kesinambungan akan peran museum di era sekarang.

Acara dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Bapak Yudi Wahyudin, beliau menyampaikan terkait tema seminar yaitu “Museum sebagai media pendidikan dan pembentukan karakter bangsa, bagaimana caranya mengubah karakter seseorang?”, karakter seseorang dapat dibentuk dengan adanya integritas, dan sikap disiplin. Museum merupakan ruang untuk belajar, museum tidak hanya terkait edukasi dan tidak hanya tentang seni rupa saja tetapi di museum dapat dijadikan sebagai ruang untuk publik,” imbuhnya.  

Bapak M.Husin mewakili dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta, membuka sesi seminar dengan presentasinya yang berjudul “Pendidikan karakter melalui museum”.Pada kesempatan itu, Bapak M.Husin menyampaikan bahwaMenanggapi museum sebagai ruang publik yang sangat penting yaitu dengan pendidikan penanaman karakter. Karakter yaitu akhlak, sifat dan etos kerja yang tinggi, yang harus dimiliki pada karakter anak-anak yaitu; kepercayaan, respek, tanggung jawab, keadilan, peduli dan kewarganegaraan. Pesan dari saya yaitu untuk menginfokan kepada sekolah, osis, para guru, dinas pendidikan dan museum untuk menjelaskan atau memberikan info kepada anak-anak apa arti dari lukisan atau arti dari karya seni yang terdapat pada museum, sesuai dengan fungsi pokok museum yaitu preservasi, penelitian, dan komunikasi.”

Tampil sebagai pembicara berikutnya adalah Bapak Puguh Tjahjono, pada paparannya beliau mengatakan, “Salah satu sarana membentuk integritas yaitu dengan pembentukan karakter tidak hanya lewat penguatan skill tetapi bisa dengan memperluas pengetahuan dan kreativitas  yang dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda, sesuai pemikiran dari Ki Hajar Dewantara yang mencerminkan bahwa ilmu itu harus diamalkan dan harus dipraktikkan yaitu berfikir mengubah ilmu menjadi harmoni. Contohnya : adalah menggambar pemandangan sungai, rasa kesulitan ada tetapi dengan motivasi dan pendampingan mereka menjadi kenal mempunyai sensitivitas terhadap dirinya untuk membangun karakter mereka. Seni rupa sangat membantu kita dapat menjadikan generasi penerus masa depan yang baik,” ungkapnya.

Seminar dilanjutkan dengan paparan oleh Bapak Kresno Yulianto, beliau memaparkan pemikirannya tentang “Museum sebagai media pendidikan dan pembentukan karakter bangsa.” Pada kesempatan itu beliau menyampaikan bahwa “Strategi pencapaian apresiasi yaitu dengan melakukan orientasi ke pengunjung, menjadikan museum sebagai ruang publik yang menarik untuk dikunjungi jadi masyarakat datang ke museum dengan perasaan nyaman serta mendapatkan hiburan dari sebuah museum diharapkan melalui museum meraka bisa belajar sejarah, selain itu juga memberikan prioritas kepada kelompok difabel karena itu merupakan hak mereka untuk mendapatkan fasilitas yang baik untuk berkunjung ke museum. “Pembangunan karakter dan jati diri bangsa dengan memberikan dukungan kepada institusi pendidikan diantaranya memberikan fasilitas kegiatan belajar / edukasi dan kegiatan apresiasi terhadap pelestarian cagar budaya, serta membangun identitas di lokasi tempat mereka berada, dari karakter prioritas ini mana yang museum dapat wujudkan,” tambahnya.

Kegiatan seminar ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka pendukungan Pameran Lukisan Para Guru Seni Se-Jabodetabek yang diselenggarakan di Museum Basoeki Abdullah, yang dimaksudkan untuk meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung ke Museum Basoeki Abdullah khususnya generasi muda guna diapresiasi secara langsung. Seminar ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang sangat penting untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia dan untuk Mengenang Jasa Ki Hajar Dewantara dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional dan apresiasi terhadap museum dalam upaya membangkitkan minat masyarakat untuk berkunjung ke Museum Basoeki Abdullah. 



Foto Kegiatan