Tata Ruang Baru Museum Basoeki Abdullah

Pada akhir November 2016, Museum Basoeki Abdullah, telah meresmikan Gedung II yang berlokasi tepat di samping Gedung I, yang sebelumnya merupakan kediaman pribadi pelukis Basoeki Abdullah. Pembangunan Gedung II sendiri dimaksudkan agar dapat memamerkan lebih banyak karya lukis maupun benda koleksi pribadi Basoeki Abdullah. Selain itu tentu saja dimaksudkan agar lebih dapat mengakomodasi pengunjung yang datang ke Museum Basoeki Abdullah, sekaligus menjadikan museum sebagai sarana edukasi yang representatif untuk dikunjungi.

Sebagai sebuah gedung yang baru saja dibangun, Gedung II Museum Basoeki Abdullah menampilkan profil gedung yang modern dengan sentuhan artistik di eksterior dan interiornya. Kesan sebagai sebuah museum seni rupa ditampilkan dengan kuat pada fasad gedung, dengan bagian kanopi mengambil bentuk palet lukis. Sedangkan banyaknya penggunaan material kaca dan sun shields yang bermotifkan batik membuat sinar matahari yang jatuh ke interior Gedung II kian atraktif dan dinamis, seiring dengan pergantian waktu.

Pada rancang bangun Gedung II, masyarakat difabel menjadi titik perhatian utama di dalamnya. Kini, masyarakat difabel yang kerap “terpinggirkan,” diberikan akses penuh di Museum Basoeki Abdullah, agar mereka dapat mengapresiasi sekaligus mengekspresikan seni dan budaya.  Gedung II Museum Basoeki Abdullah didesain sedemikian rupa agar dapat dimasuki dan dilalui dengan menggunakan kursi roda. Pun hingga ke lantai 2 Gedung II yang kini diberikan akses langsung berupa jalan masuk langsung lantai 2 menuju Gedung I. Kini masyarakat difabel turut dapat menikmati benda-benda yang dipamerkan di Gedung I Museum Basoeki Abdullah.

Lantai 1 Gedung II Museum Basoeki Abdullah menampilkan lukisan para negarawan maupun potret para wanita cantik. Maka dari itu, tema dari ruangan ini adalah “Lukisan Tokoh Dunia”. Pada area ini ditampilkan lukisan para tokoh negara maupun kerajaan yang pernah dilukis oleh Basoeki Abdullah semasa hidupnya. Deretan lukisan tokoh negara mulai dari Bung Karno dan Bung Hatta, Raja Bhumibol Adulyadej (Thailand), hingga Hamengkubuwono IX, dapat dinikmati keindahan sekaligus dipelajari sejarahnya di area ini. Sedangkan untuk potret wanita cantik, kita dapat menyaksikan lukisan Dewi Soekarno, Imelda Marcos, hingga Ratu Sirikit. Selain itu pada lantai 1 juga banyak terdapat panel informasi yang dapat menambah wawasan pengunjung Museum Basoeki Abdullah.

Lukisan mural tentang Basoeki Abdullah menjadi titik pandang utama di lantai 2 Gedung II Museum Basoeki Abdullah. Mural yang dibuat oleh para seniman muda tersebut menceritakan secara singkat perjalanan hidup seorang Basoeki Abdullah. Sudut ini juga menjadi area yang tepat untuk digunakan sebagai latar belakang saat berfoto ria, seperti yang sedang menjadi tren di masa sekarang. Pada area ini pengunjung juga dapat menyaksikan benda koleksi pribadi Basoeki Abdullah seperti topeng, patung, hingga mesin ketik miliknya.

Untuk galeri lukisan, pada lantai 2 Gedung II Museum Basoeki Abdullah bertemakan Alam dan Keindahannya. Semasa hidupnya, Basoeki Abdullah gemar melukis dan menceritakan keindahan alam Indonesia, sebagai wujud dari rasa syukurnya kepada Tuhan YME, sekaligus cintanya akan Negerinya tercinta, Indonesia. Maka dari itu, lukisan pemandangan alam di Indonesia mendapatkan ruangannya sendiri di lantai ini. Deretan karya fenomenal seperti “Absolut Mystery”, hingga “Terpecah Belah Terbawa Arus ke Alam Semesta,” menjadi lukisan-lukisan yang dapat mempresentasikan kehebatan sekaligus mempelajari teknik lukis Basoeki Abdullah bagi para pengunjung museum.

Lantai 3 Gedung II Museum Basoeki Abdullah merupakan area yang berfungsi sebagai ruang serba guna. Ruangan ini dapat difungsikan sebagai sarana mengedukasi masyarakat melalui pelbagai kegiatan seperti seminar, workshop, hingga lomba-lomba. Selain itu area ini juga dapat dimanfaatkan bagi masyarakat untuk melakukan pameran hingga berbagai kegiatan edukatif yang sesuai dengan tugas dan fungsi Museum Basoeki Abdullah, sebagai sebuah satuan kerja di bawah lingkungan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Untuk Gedung I, turut diperbaharui tata pamernya seperti dipamerkannya barang bukti perampokan yang menyebabkan terbunuhnya Basoeki Abdullah, hingga koleksi senjata tradisional dan modern milik Basoeki Abdullah, di lantai 1. Selain itu kini pengunjung dapat menyaksikan deretan lukisan Basoeki Abdullah yang bertemakan impresionis di lantai 2. Ini merupakan kesempatan yang langka, karena selama ini Basoeki Abdullah dikenal dengan karya-karya realisnya.

Area berikutnya yang menarik untuk disimak adalah Ruang Keluarga Abdullah. Pada ruang ini pengunjung dapat lebih mengenal keluarga Abdullah, mulai dari kakeknya, Dr. Wahidin Sudirohusodo, hingga ayahnya, Abdullah Suryo Subroto. Selain itu pada ruangan ini juga dipamerkan lukisan karya keluarga Abdullah, salah satunya adalah “Telaga Sarangan” karya Sudjono Abdullah (kakak Basoeki Abdullah). Simak juga sketsa “Bapak” dan “Ibu” yang dibuat oleh Basoeki Abdullah semasa kecilnya.